Langsung ke konten utama

Orang-orang yang mula-mula mengumpulkan tarikh nabi Muhammad SAW

Seperti yang telah disebutkan dalam kitab-kitab tarikh Islam yang masyhur,  orang-orang yang mengumpulkan tarikh atau riwayat nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabat beliau adalah Imam Az-Zuhri yang wafat pada 124 H,  dia adalah seorang ulama besar diMekah dan sekitarnya pada masa itu,  sepanjang riwayatnya,  beliau termasuk salah seorang yang menghimpun hadits-hadits Nabi Saw,  sebagaimana yang riwayatnya hingga kini masih dapat diketahui dalam kitab-kitab Musthalahul Hadits.  Sepanjang penjelasan Ustadz Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid,  dalam muqaddimah Siratun Nabi karangan Ibnu Hisyam,  orang yang mula-mula menulis dan menyusun perjalanan hidup Nabi Saw.  adalah Urwah bin Az-zubair bin Al-awwam dan tiga orang temannya yang hidup seabad dengan dia, yaitu Abban bin Utsman bin Affan,  Syurahbil bin Sa'ad dan Wahab bin Munabbih,  empat orang itu  berasal dari golongan Ulama besar pada abad pertama Hijriyah,  sesudah mereka barulah datang tiga orang Ulama Besar yang menulis dan menyusun perjalan Nabi Saw, yaitu Ashim bin Qatadah bin Al-anshari,  Muhammad bin Muslim Az-zuhri dan Abdullah bin Abu Bakar Al-anshari,  mereka itu hidup diabad kedua Hijriyah,  sesudah itu barulah datang beberapa orang Ulama yang menulis dan menyusun perjalanan Nabi Saw,  diantaranya adalah Musa bin Aqabah Al-madani,  Ma'mar bin Rasyid Al-yamani dan Muhammad bin Ishak bin Yasar.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapatlah kita ketahui bahwa orang yang pertama mengumpulkan tarikh Nabi SAW itu bukanlah Imam Az-zuhri karena dia termasuk kedalam golongan Ulama angkatan kedua,  sebagaimana yang tersebut itu.  Namun oleh sebahagian Ulama ahli tarikh dipopulerkan bahwa Az-zuhri adalah orang yang pertama mengumpulkan dan menyusun tarikh atau riwayat perjalanan Nabi SAW.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Jamak dengan Isim Jamak dan Isim Jenis Jam'i

1. Jamak adalah kata yang menunjukan kepada sekumpulan uhad (satu-persatu afrad atau unit) yang penunjukannya sebagaimana ‘athaf  satu-persatu mufrad kepada mufrad sebelumnya. Misalnya: ﺟﺎﺀ ﺭﺟﺎ ﻝ Rijaalun adalah jamak dari rajulun, Jadi kata rajulun adalah mufradnya, Maka maknanya sama dengan dikatakan : ﺟﺎﺀ ﺭﺟﻞ ﻭ ﺭﺟﻞ ﻭ ﺭﺟﻞ ﻭ ﺭﺟﻞ ﻭ ﺭﺟﻞ ...... ﺍﻟﺦ Dhamir yang digunakan untuk menunjuki Kalimat tersebut haruslah dhamir jamak, namun adakalanya Jamak Taksir berada pada Manzilah Taknis (taknis mufrad) seperti jamak taksir dari benda mati ataupun Isim Maknawi (ma’qul/ghairu mahsus). Tiada pula disifatkan kecuali dengan kata sifat berbentuk Jamak, dan tidak boleh dijadikan sebagai Tamyiz berdasarkan atas pendapat Shahih. Jamak pada memiliki bentuk atau wazan yang ma’ruf, serta memiliki mufrad dari sagi lafaz maupun makna. Namun adapula yang tidak memiliki mufrad namun berada dalam wazan jamak, misalnya wazan sighat muntahal jumu’. Jamak terbagi Tiga macam : Jamak Taksir Jamak Taksi...

Perbedaan Masdar dengan Isim Masdar dan Isim Dzat

Masdar adalah lafadh yang menunjukan makna huduts ( peristiwa ) tanpa disertai zaman serta memuat huruf fi'ilnya secara lafdhan. contoh : 'Alima - 'Ilman,  Qaatala - Qitaalan ( ﻋﻠﻢ ﻋﻠﻤﺎ  ﻗﺎﺗﻞ ﻗﺘﺎﻻ ) Isim Masdar adalah lafadh yang menunjukan makna huduts tanpa disertai zaman namun tidak memuat semua huruf fi' ilnya bahkan kadang dikurangi baik secara lafdhi maupun taqdiri tanpa ada ganti. Contoh : Kallama - Kalaaman, Tawaddhaa - Wudhuan ( ﺗﻮﺿﺄ ﻭﺿﻮﺃ ﻛﻠّﻢ ﻛﻼﻣﺎ ) jika ada lafadh yang tidak mempunyai makna huduts tetapi memuat semua huruf fi'ilnya maka di namakan isim dzat. Contoh : Kahala - Kuhlan ( calak ), Dahana - Duhnan ( minyak ) ( كحل  كحلا  دهن  دهنا)

Khutbah Kitab Al-Mahalli

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﺇﻧْﻌَﺎﻣِﻪِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓُ ﻭَﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﺁﻟِﻪِ ﻭَﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﻫَﺬَﺍ ﻣَﺎ ﺩَﻋَﺖْ ﺇﻟَﻴْﻪِ ﺣَﺎﺟَﺔُ ﺍﻟْﻤُﺘَﻔَﻬِّﻤِﻴﻦَ ﻟِﻤِﻨْﻬَﺎﺝِ ﺍﻟْﻔِﻘْﻪِ ﻣِﻦْ ﺷَﺮْﺡٍ ﻳُﺤِﻞُّ ﺃَﻟْﻔَﺎﻇَﻪُ ﻭَﻳُﺒَﻴِّﻦُ ﻣُﺮَﺍﺩَﻩُ ، ﻭَﻳُﺘَﻤِّﻢُ ﻣُﻔَﺎﺩَﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﺟْﻪٍ ﻟَﻄِﻴﻒٍ ﺧَﺎﻝٍ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﺤَﺸْﻮِ ﻭَﺍﻟﺘَّﻄْﻮِﻳﻞِ ﺣَﺎﻭٍ ﻟِﻠﺪَّﻟِﻴﻞِ ﻭَﺍﻟﺘَّﻌْﻠِﻴﻞِ  Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, segala puji bagi Allah atas memberi nikmatNya dan shalawat dan salam atas panghulu kita nabi Muhammad dan keluarganya dan sahabatnya, ini sesuatu yang diseru kepadanya oleh kebutuhan sejumlah orang yang ingin memahami minhaj fiqih  ﻣﻨﻬﺎﺝ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ  dari sebuah syarah yang mengurai ia syarah akan segala lafadhnya minhaj fiqih  dan menjelas ia syarah akan segala muradnya dan menyempurna ia akan segala faedahnya atas bentuk yang kecil, yang sunyi ia syarah dari tidak beraturan dan bertele-tele, yang meliputi ia...